Hari hari Tasya berlalu begitu saja , ia mencoba tabah menjalani ini semua. dan ia berniat akan fokus dengan Caffe milik nya.
Niko? ia sudah tak memikirkan laki laki itu.
Terik nya matahari tak mengurangi semangat nya dalam membuka caffee nya. Banyak pangunjung yang datang ada yang bersama dengan kekasih nya , ada juga dengan teman nya dan ada pula bersama dengan keluarga.
"Wah Rame ya" ucap Tasya di balik kasir
"iya nya banyak yang sudah tau dengan caffe ini" ucap Risa pegawai Tasya
"iya sa alhamdulillah"
"nyonya kalau capek ke ruangan aja nya , biar saya yang gantiin" ucap Risa kembali
"nggak sa aku masih kuat kok"
beberapa saat kemudia ada pasangan yang baru saja datang dari balik pintu.
dan di sambut oleh pegawai Tasya dengan ramah , dan pelanggan tersebut langsung di arahkan ke kasir yang mana ada Tasya disana.
"selamat da- " Tasya tak melanjutkan ucapan nya karena ia terkejut dengan seseorang yang ada di depan nya.
Pria itu tersenyum ke arah Tasya
"ada yang mau di pesan?" Tanya Tasya yang mencoba menengakan hati nya.
"sayang aku mau ice cream cone greentea dengan ekstrak kacanga dan strawberry"
Pria itu mengangguk dengan penuh senyuman ke arah wanita yang di gandeng nya.
"pesan dua yanga di ucapkan kekasih saya"
"baiklah, silahkan mengambil tempat duduk nya nanti pesanan nya diantar oleh pelayan kami" ucap Tasya
dua sejoli yang sedang di mabuk rasa itu memilih tempat duduknya yang ada di pojok ruangan.
"nyonya kenapa?" Tanya Risa yang merasa aneh dengan sikap Tasya
"hm , nggak kenapa kenapa kok Ris"
"yaudah aku permisi ke belakang ya nya"
"iya"
Tasya masih menatap kearah dua sejoli itu , hatinya merasa terbakar seketika. bayang bayang masa lalu sedang berputar dikepala nya.
Pria yang ada disana dulu adalah cinta pertama nya, pria yang mengambil hati nya namun ketika ia mengungkapkan perasaan nya Tasya malah di hancur leburkan dan dipermalukan di halayak umum karena sudah berani menembak pria tampan Di SMA nya.
Nama Pria itu adalah Alvaro Di Jaya yang biasa di panggil Varo. Pria tampan yang sangat di sukai oleh wanita wanita di SMA Anak Bangsa.
Kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan bisa membuat Tasya menjadi mururng sebulanan lebih.
dan ketika ia sudah melupakan pria itu kenapa dia malah muncul dihadapan nya.
Risa kembali dengan nampan nya yang berisi dua buah ice cream cone yang dipesan oleh Varo tadi.
"eh Ris" Panggil Tasya
"iya nya"
"sini biar aku yang antar"
"beneran nya? ehh tapi kata pak yoga nyonya dil-
"ehh nggak papa cuma sebentar doang" sambar Tasya lalu mengambil nampan dari tangan Risa
Tasya berjalan tegap penuh percaya diri mengantar pesanannya walau di hati nya sedang berperang.
saat ia sampai di beri nya ice cream itu ke pada dua pasangan itu lalu kembali ke tempat nya dengan perasaan yang sebentar lagi akan meledak.
"Ris aku izin kebelakang ya , kamu tolong jaga kasir bentar"
"Baik nya"
Tasya kearah belakang Caffee di sana ada ayunan yang biasa jadi tempat nya untuk sekedar istirahat.
"Tasya please sadar woii!! dia sudah punya pasangan dan kamu juga udah punya suami masih aja!!!! sadar sadar" ucap Tasya bermonolog sendiri
Tak terasa hari sudah malam Toko pun akan segera tutup, Tasya dan para pegawai nya sedang bersiap siap menutup toko.
setelah semua selesai para pegawai nya pun pamit pulang dan Tasya yang ditinggal sendiri karena menunggu jemputan nya ya siapa lagi kalau bukan Pak Roni , Pak Roni tadi izin akan jemput telat karena ia ingin mengantar anak nya kerumah sakit.
15 Menit Tasya sudah menunggu namun tanda tanda kedatanga Pak Roni belum juga tampak , namun sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan nya.
dan keluar lah seorang pria yang tadi siang membuat nya uring uringan.
"VARO" ucap Tasya pelan ketika pria itu berjalan ke arah nya.
"mau aku antar?" Tanya Varo lalu duduk disamping Tasya
"nggak aku sudah ada yang jemput"
"mau serempak aku saja? dari pada nunggu di sini sendiri"
"nggak nanti pak Roni mencari aku kan kasiham"
"kan bisa kamu hubungi biar pulang denganku"
Lama Tasya memikir namun pikiran nya tetap saja stuck untuk menolak Varo karena ia sudah bertekad untuk tak mencoba membuat hatinya patah lagi untuk kedua kali nya, yang kemarin saja masih membekas.
"Terimakasih Varo" ucap Tasya tulus
"kamu masih marah sama aku?" tanya Varo
"marah? ya nggak lah kan itu udah lama banget"
"kalau gitu kenapa kamu menolak aku?"
"karena... ka
"KARENA DIA PULANG DENGAN KU !!" ucap pria yang baru saja datang di arah samping mereka
Tasya yang mendegar suara nya langsung segera berdiri karena terkejut.
"ka-kamu?" ucap Tasya
"dari tadi aku tunggu ternyata sedang berdua an dengan pria lain disini!" ucap dingin pria itu
"Oh kamu pak Roni itu?" ucap Varo
"PAK RONI!!" geram Niko sambil menarik Tasya ke arah nya
"iya bukan nya tadi Tasya bilang kalau dia sedang menunggu pak Roni jadi kamu Pak Roni dong"
"TASYA!!" ucap Niko sambil menatap Tasya agar ia menjelaskan yang sebenarnya
"Ah maaf Varo dia bukan Pak Roni" ucap Tasya
"terus siapa sya?"
NIko yang mendegar Tasya yang dipanggil seperti membuaat dirinya meradang , dan lebih mengerat kan pegangan nya di lengan TAsya yang membuat perempuan itu merintih kesakitan.
"Awwww...."
"heii jangan kasar dong dengan dia" ucap Varo dan menarik lengan Tasya yang satu nya agar bisa menjauh dari Niko
Niko tambah meradang ketika Tasya di sentuh oleh pria lain.
"lepas atau tangan lo gue patahin" ucap Niko dingin dengan mata nya yang tak lepas dengan Tangan Tasya yang masih di tarik oleh Varo
"apa hak lo!!" tantang Varo
"aduhh... kenapa jadi berantem si, Varo lepasin tangan aku"
"nggak !!!"
"apa lo bilang!" Niko yang sudah tak bisa menahan amarah nya menarik Tasya agar menjauh dari mereka lalu setelah itu menonjok Varo dengan keras dan jadilah bergelutan antar dua orang tersbeut.
Tasya yang berada di sana mencoba melerai namun tak bisa, suasana malam yang tak ada orang lalu lalang membuat pergelutan itu tak habis habis.
sesaat Tasya ingin menarik Niko dari Varo naas nya ia malah kena pukulan Niko yang salah alamat membuat wanita itu menjadi linglung dan pingsan di tempat.
"TASYA !!" teriak ereka bersamaan
Niko segera menggendong Tasya dan hendak memasuk kan nya ke mobil.
" ehhh lo! kurang ajar !!" geram Varo yang ingn menghentikan Niko
"mau lo bawa kemana Tasya" ucapnya sesaat sudah berada di depan Niko
"ke rumah sakit"
"sini in Tasya biar gue yang bawa"
"apa hak lo !!" teriak Niko
"gue ma-
"sudahlah" ucap Niko lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan segera mencap gas ke rumah sakit terdekat.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Bersambung
maaf cerita nya masih belum rapi dan belum sesuai ekspektasi kalian namun inilah cerita author
Hope y'all like it too :)