Chap 64

1218 Kata
Cafee Tasya Tasya setelah membenahi barang barang nya ia segera keluar menemui Dokter Rega tak lupa sebelum ia kesana ia pamit terlebih dahulu dengan karyawan karyawan nya. "saya duluan , maaf nggak bisa bantu bantu" ucap Tasya "iya bos nggak papa" ucap Tara "Hati hati pulang nya bos" saut Risa dari arah belakang Tasya mengangguk setelah itu menghampiri dokter Rega yang sedang duduk di teras depan Caffe. "ayok" ucap Tasya "sudah?" Tanya Dokter Rega "hm" mereka berdua masuk ke dalam mobil dokter Rega bersama tak lupa sebelum nya Rega membuka kan pintu untuk Tasya. "tak perlu, aku bisa sendiri" ucap Tasya sungkan. "sudah terlanjur, ayok masuk" balas dokter Rega, Tasya masuk setelah itu ditutup kembali oleh dokter Rega. dan pria itu kembali masuk kemobilnya. dan duduk di samping Tasya. Di Perjalanan. "mau bicara apa?" Tanya Tasya "diresto saja sambil makan" jawab dokter Rega sesambil menyetir. "sekarang saja, ini sudah malam Ga. maaf bukan nya aku nggak mau tapi kau tau bukan aku baru saja berpisah dengan mas Niko aku tak ingin menjadi mongan orang orang" "tapi gimana, aku sedang menyetir" "tenang saja aku bisa mendengar kan mu" sebenarnya Rega sama sekali tak ada niatan untuk berbicara serius dengan Tasya, ini hanya akal akal dia saja agar bisa bertemu dan dekat dengan tasya. apalagi wanita itu sudah bersatus single. "aku ingin mengajak mu bekerja sama" ucap nya setelah berpikir panjang "ha? maksud nya?" Tasya bingung "iya bekerja sama. aku ingin nanam saham di Caffe kamu sya" "Caffe aku masih kecil Ga, nggak sebesar Caffe yang lain" "karena itu aku mau , kalau nanti Caffee kamu sudah terkenal tambah susah aku nanam saham disana" "bukan nya orang kalau mau nanam saham harus di tempat yang besar ya, dan lagian kamu kan dokter bukan pengusaha" "yaelah , aku kan beda sya.. emang dokter nggak boleh jadi pengusaha.. kerja sampingan gitu" kalau ada ajang ngeles mungkin Dokter Rega pemenang nya. wkwk oke kembali ke topik "boleh si, aku malah senang banget tau.. tapi masih bingung dan cara nya gimana? soal nya kamu kan orang pertama yang nanam saham di tempat ku" "tenang aja nanti kita sama sama belajar ya, aku juga baru pertama kali soal nanam nanam ginian. kalau nanam bunga sih aku pernah dulu diajarin mama" ucap rega mencairkan suasana. Rega emang bisa soal membangkitkan suasana dan Tasya baru tau sekarang sebab dulu semasa di sekolah Rega sangatlah pendiam pria itu terkenal cool dan sangat sulit di dekati. sebab itu banyak gadis dais yang tergila gila dengan nya. termasuk Tasya "hahaha... bisa aja kamu ga.. kalau nanam tanaman aku juga bisa" "karna itu. ya sudah jadi gimana nyonya Tasya bisa kita mulai kerja sama ini?" Tanya Rega dan mengajak Tasya berjabatan ala ala orang yang ingin bekerja sama secara Formal dan untung saja mereka sedang lampu merah. "Baik saya terima Tuan Rega" ucap Tasya lalu menerima jabatan tangan Rega. Mereka berjabatan begitu lama sambil bertatapan dan tersenyum TIn... Tinnn... Tiinnn..... Tinnnn Klaskson dari beberapa mobil dibelakang mereka menganggetkan dua sejoli ini. tasya melepaskan tangan nya dari Rega dan Rega langusng menancap kan mobil nya melaju. Tak lama mereka sampai di rumah Tasya, Rega keluar membuka kan pintu untuk Tasya namun sebelum itu terjadi Tasya sudah membuka nya terlebih dahulu. dan jadi lah mereka berdua sama sama di luar. "ehh kok kamu buka sendiri?" Tanya Rega "iya kan aku punya tangan Dokter Regaa..." "kan aku mau mau buka in nya nyonya Tasya ..." "besok besok biar saya buka sendiri saja ya pak Rega, kalau tangan saya sudah nggak bisa bapak boleh bantu in" ucap Tasya dan dibalas tawa oleh Rega dan jadi nya mereka tertawa bersama. di saat itu mereka tak sadar jika ada hati lain yang sedang panas terbakar. "maaf nggak bisa mampir sudah malam, aku duluan masuk" ucap Tasya "iya besok besok deh aku mampir, kalau siang boleh ya.." tawar Rega "nanti dipikir kan, aku masuk" ucap Tasya kembali sesambil ia menampak kan kaki nya ke teras rumah dan setelah masuk ke dalam rumah barulah Rega menancapkan pedal gas mobil nya meninggalkan perkarangan rumah Tasya. "nyonya sudah pulang ?" Tanya Bik Mirna dari arah ruang tamu yang seperti nya belum tidur "ehh bibik kenapa belum tidur?" Tanya balik Tasya "bibik nungguin nyonya" "besok besok bibik tidur aja ya, nanti sakit loh" "nggak papa nya bibik khawatir aja kalau nyonya belum pulang, ditambah tadi kata pak Roni kalau nyonya tidak mau di jemput" "heheh maaf ya bibik, sekarang bibik tidur karena Tasya juga mau tidur sudah capek banget " ucap Tasya lalu memeluk bibik kesayangan nya, dan setelah itu ia pamit ke kamar nya guna membersihkan dirinya dan bersiap tidur. ...... Niko pulang kerumah Alexi dalam keadaan mabuk. "kamu kenapa mabuk mabuk an siiii" kesal Alexi ketika melihat kekasih nya pulang dalam keadaan mabuk dan apa Niko lupa jika Alexi sedang hamil besar gini. "jangan cerewet ya sayang.." balas Niko lalu segera menyambar bibir sexy Alexi. dan melumat nya secara kasar dan menuntut Alexi kelelahan di tambah perut nya yang di impit oleh Niko. "Niko anak kamu !!!" kesal Alexi lalu segera kabur dari jangkauan Niko "sayang kesini" panggil Niko sambil menepuk nepuk paha nya agar Alexi duduk di sana "Niko aku sedang hamil besar, kamu gila ya.." elak Alexi. wanita itu sangat lelah sebab hampir setiap hari ia melayani nafsu Niko , pria itu tampak tak kasihan dengan dirinya yang sudah ngos ngosan mengahadapi nya. "SINI !!!" Bentak Niko "kamu jahat banget aku bentar lagi mau lahiran kamu kok gitu ini.. anak kamu !!" ucap Alexi yang sudah berurai air mata "Gue nggak mau tau kesini !!" bentak pria itu lagi, Alexi masih menolak Niko yang sudah kesal dan di tambah dirinya yang birahi nya sedang dalam level maksimum dan perlu di keluarkan ia pun menarik Alexi dan menjatuhkan wanita itu di ranjang mereka. tidak terlalu keras sebab ia masih punya akal untuk tak menyakiti jiwa lain di perut Alexi. setelah itu ia langsung meraup bibir Alexi dan menciumi wanita itu dengan menuntut setelah puas dengan berciuman Niko tak perlu waktu lama ia langsung meluncuti seluruh pakaian ALexi dan mengarahkan benda pusaka nya ke dalam Goa milik Alexi. tak lupa ia menunggingkan tubuh Alexi dulu agar ia dapat mudah memasukkan nya dan juga keselamatan dari anak dalam perut Alexi juga. Niko memompa dengan begitu cepat membuat Alexi mengerang hebat wanita itu kesakitan sangat sangat kesakitan.. ia menangis meminta Niko untuk berhenti namun Niko tak mengindahkan nya. sampai ketika .. "NIKOOOO SAKITT...perut aku mules .... NIko sudah... berhenti berengsek sakit !! anak ini mau keluar !! " teriak wanita itu dengan sisa sisa tenaga nya dan seperti nya ia emang benar benar keskaitan.. dan tak lama dari itu Alexi hilang kesadaran dan Niko kaget bukan main, sebab baru kali ini ia melihat Alexi pingsan di tambah ketika mereka sedang bercinta. Niko segera melepaskan milik nya dari milik Alexi dan memakai pakaian nya dan tak lupa menutupi tubuh Alexi dengan selimut . setelah itu ia segera keluar memanggil bik Asih untuk mengecek keadaan Alexi. "Gimana Bik?" Tanya Niko yang wajah nya sudah sadar dari mabuk nya. "tuan nyonya seperti nya mau melahirkan , ayo cepat tuan kita bawa kerumah sakit.." ucap Bik Asih setelah melihat keadaan Alexi. Niko yang berada di samping Bik Asih pun segera mengangkat tubuh lemah Alexi dan membawa wanita hamil itu ke rumah sakit. >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> To Be Contiune
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN