Mereka pun duduk bersama di meja makan dan menikmati makan malam yang diisi suara adu antara sendok dan piring. Setelah itu Queeny pamit pulang, Yusuf juga pamit. "Umi, Abi, terima kasih sudah mengundang aku ke sini," kata Queeny. "Lain kali ke sini lagi ya. Umi lihat kamu serasa lihat Aini. Oh, iya bukannya kalian teman masa kecil ya?" Inu Inayah mengingat. "Wah iya?" Queeny merasa tidak mengenal Aini. "Iya, dulu kita sempet tinggak di Bandung. Mungkin kamu lupa, atau Umi yang lupa ya. Sudah jangan dipikirkan," sahut Ibu Inayah. "Umi, sudah jangan bahas Aini lagi!" tegas Yusuf. "Ayo, pulang!" titah Yusuf kepada Queeny dengan tatapan datar. "Oh, iya. Assalamualaikum." Queeny menyalami tangan Ibu Inayah dan Pak Rido. Pak Rido mengelus pundak Ibu Inayah sengan lembut, lalu ia memasu

