“Mungkin Daddy tadi sedang sibuk, Sayang,” Cindy menenangkan Tere. Tentu saja dia mengetahui bahwa Jonathan pasti tidak senang melihat kedekatannya dengan Tere. “Sayang, sudah malam. Tidurlah. Besok-besok kita lanjutkan lagi mengobrolnya,” pintanya dengan lembut. “Aunty, tapi Tere masih kangen. Lila juga,” Tere merengek sambil memperlihatkan boneka Lila pemberian Cindy. “Bukankah Tere sudah berjanji pada Aunty akan menjadi anak yang penurut?” Cindy mengingatkan Tere akan janjinya. Bibir Tere manyun karena Cindy tetap menyuruhnya tidur. Dengan berat hati dan wajah cemberut akhirnya Tere menyetujui permintaan Cindy, “Baiklah, Aunty.” Cindy tertawa geli melihat wajah cemberut dan bibir manyun Tere. “Kalau Tere cemberut seperti itu nanti cantiknya akan hilang perlahan,” godanya. Tere pun

