Wajah Jonathan masih terlihat kesal sambil sesekali melirik ke arah Cindy yang duduk di sampingnya sedang memandang keluar jendela. Dia yakin wanita yang sekarang duduk di sebelahnya sedang berusaha sekuat tenaga menahan tawa, gara-gara perbuatan usil Steve kepada dirinya di rumah sakit tadi. “Jika ingin tertawa, lakukanlah sepuasnya. Jangan ditahan. Aku tidak mau dijadikan tersangka andai kau mati gara-gara menahan tawa,” ucap Jonathan kesal saat dia melihat bahu Cindy bergetar karena menahan tawa yang ingin meledak. Akhirnya tawa Cindy pecah setelah Jonathan menumpahkan kekesalannya. Cindy sudah benar-benar tidak kuasa menahan tawanya lagi. “Maafkan saya,” pintanya pada Jonathan sambil memegang perut. Jonathan tidak menjawab, dia kembali fokus mengemudikan mobil menuju kediamannya. Jo

