“Cindy! Cindy! Cepat buka pintunya!” Steve dengan suara keras dan tak sabaran menggedor pintu apartemen milik Cindy. Dari tadi dia sudah menekan bel berulang kali, tapi sang pemilik apartemen tak kunjung membuka pintunya. “Steve! Apa yang kamu lakukan saat pagi buta begini, hah?!” Cindy memarahi Steve karena datang pada jam yang paling enak untuk tidur. Tanpa menanggapi kemarahan Cindy, Steve mendorong tubuh sahabatnya tersebut dari ambang pintu agar kembali masuk. “Jangan banyak tanya dan turuti saja aku,” ucapnya. Perkataan Steve tentu saja membuat Cindy semakin terheran-heran. “Hey! Apa yang kamu lakukan?” tanyanya saat Steve mengambil sebuah travel bag yang memang telah dia keluarkan untuk dibawa mengunjungi orang tuanya. “Bawa barang seperlunya dan ganti pakaianmu secepatnya. Kita

