Jonathan langsung mengembuskan napasnya secara kasar ketika usai menuturkan kejadian yang tadi dialaminya di dalam lift kepada Cindy. Sebenarnya dia sangat malas mengingatnya lagi karena keinginannya untuk menghajar pria b******n tersebut kembali menggebu-gebu, sehingga kini membuat rahangnya mengeras. Cindy spontan menutup mulutnya sejak tadi mendengar penuturan Jonathan mengenai alasan laki-laki tersebut sampai babak belur seperti saat ini. “Sialan pria itu! Kenapa tadi kau tidak langsung mengatakannya padaku, Joe?” tanyanya tanpa basa-basi. Mendengar pertanyaan Cindy, Jonathan langsung memutar bola matanya. “Siapa yang menyuruhmu tadi memegangi lenganku dan menahan tindakanku? Jika saja tadi kau tidak menahanku, sudah dapat dipastikan bahwa sekarang p****************g itu sedang sekar

