Jonathan berdiri dan mengambil kertas yang sudah dia letakkan pada tempat khusus untuk menyimpan berkas berharga dan sangat penting. “Bacalah dengan jelas,” pinta Jonathan dan Steve langsung menerimanya. Steve sangat terkejut setelah membaca kurang lebih sepuluh menit beberapa lembar kertas yang tadi diberikan Jonathan. Bahkan, setelah membacanya dia merasa kesulitan hanya untuk menelan ludah. Dia memandang secara bergantian wajah Jonathan dengan kertas yang masih dipegangnya. Jonathan hanya tersenyum saat melihat raut terkejut dan tidak percaya pada wajah adiknya. Sewaktu dirinya mendapat informasi tersebut juga sangat terkejut. Bahkan, saat itu dia langsung menghubungi informannya untuk memastikan kebenaran informasi yang diterimanya. “Itulah yang menjadi alasanku ingin menikahi saha

