Semenjak tiba di rumah dan usai menidurkan Tere, Cindy mendiamkan Jonathan. Cindy dibuat pusing karena Jonathan seperti anak ayam yang selalu mengekori induknya ke mana-mana. “Joe, bisa tidak jangan mengikutiku terus?” hardik Cindy karena Jonathan masih mengikutinya. “Bisa, tapi katakan dulu bahwa kau tidak marah padaku,” ucap Jonathan saat Cindy menghadapnya. Dia memegang kedua bahu Cindy agar bisa memastikan reaksi wajah wanita tersebut. “Aku hanya kesal dan jengkel padamu karena kau selalu saja seenaknya mencuri kesempatan terhadapku,” jawab Cindy ketus. “Aku belum memberimu jawaban, tapi kau sudah sesukamu dalam memperlakukanku.” Dia masih tidak menyetujui tindakan Jonathan tadi di dalam mobil. Senyuman yang tadinya mengembang lebar di bibir Jonathan, kini langsung memudar. Rasa ma

