Aku adalah aku, ini cerita menceritakan tentang kisah hidupku.
Di awal cerita aku akan memperkalkan diri, siapakah aku ini, meskipun sampai saat ini aku belum mengetahui apakah aku ini.
Aku menceritakan kisahku ini karna aku ingin bercerita sedikit tentang kisah hidupku, yg mungkin sedikit terlihat berlebihan,
karena memang di lebihkan.
Cerita ini merupakan kisah tentang masa remajaku yg benar² aku alami, dan juga ada penambahan cerita yg aku karang sendiri agar pembaca lebih menikmati alur cerita nya.
Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca sebuah novel ini.
Selamat menikmati...
~•~ ~•~ ~•~ ~•~ ~•~ ~•~ ~•~ ~•~ ~•~ ~•~ ~•~ ~•~
Disaat umurku duduk di kelas 4 sd, aku adalah anak pertama dari 3 bersaudara.
Di saat itu, aku sama seperti anak-anak lain pada umumnya.
aku selalu bermain-main, bergaul dengan banyak teman, dan sering melalukan sedikit kenakalan di masa itu.
"yg ternyata bila dipikir² kenakalan itu sangatlah nakal, bahkan berlebihan" :)
aku dan teman-teman ku sering bermain jauh dari daerah tempat tinggalku.
Karena jika di daerah rumah itu sudah sering banget dapat ocehan dari ibu-ibu sekitar rumah.
"yg ujung-ujung nya, pasti di cepuin ke orang tua kami"_-
Makannya kami sering bermain jauh dari sekitar rumah, jadi kalau di omelin ibu-ibu lain ya tinggal kabur aja, dan aman gaakan bocor ke orangtua kita, karena mereka gatau rumah kita:)
"kalian pasti ngalamin juga dong pengalaman nakal yg takut banget orangtua kita tahu":)
Dulu itu zamannya nonton film pakai DVD, dan film yg aku gemari adalah film genji, itu adalah film favoritku dan kawan-kawanku, bahkan di ulang beberapa kalipun tidak bosan-bosan.
"ya dulu kan masih kecil, jadi yg aku tahu nama pemeran nya aja, bukan judul film nya"
Pada masanya, aku sangat terinspirasi oleh film tersebut. karna tokoh utama di film tersebut itu sangatlah keren, dan secara tidak sadar, perilaku ku itu mengikuti apa yg ada di dalam film tersebut.
Diwaktu kecil dulu aku belum tau mana yg baik dan mana yg buruk. yg aku tahu hanyalah payah dan keren.
Dan disaat aku nonton film tersebut,
yg aku lihat keren itu adalah tokoh utama nya.
Dan aku berpikir...
"oh ini ya, yg laki banget tuh...
"oh jadi harus gini ya laki tuh...
"oh harus jadi pemberani ya..
nah jadi seakan-akan perilaku kaya gitu adalah perilaku yg harus dilakukan sebagai lelaki:)
"namanya juga bocil, ya jadi seakan-akan apa yg di lakuin nya itu benar"
Aku ini adalah anak yg nakal, dan sering sekali di cap kurang baik oleh tetangga-tetangga ku karena kenakalan ku yg memang berlebihan, karna di daerah rumah ku, aku bergaul dengan teman yg usia nya jauh di atasku.
Tetapi perilaku ku itu sangat berbeda, disaat aku berada di sekolah.
Di sekolah itu aku orang yg pendiam, dan jarang bicara sama teman-temanku yg lain.
Karena aku ini anak pindahan, dan pergaulan atau suasana keadaan di kelasku sangat berbeda dengan di sekolah ku sebelumnya.
Aku yg sebelumnya terbiasa paling berisik di kelas, aku yg sebelumnya suka jahil dengan teman,
aku yg setiap harinya melakukan kenakalan dengan teman-temanku, dan sekarang ini menjadi pendiam, tidak bergaul, dan bodoamat dengan hal sekitar.
Mengapa sikapku bisa tiba-tiba seperti itu?
Karena aku berfikir teman-teman kelasku saat ini adalah anak yg manja, anak-anak mamih semua.
Karena disaat di sekolah itu semuanya selalu diantar jemput, bahkan banyak juga yg ditungguin oleh orangtua mereka, sedangkan hanya aku yg pergi dan pulang sendirian.
Jadi aku berfikir...
"ya gimana mau nakal, nanti nakal sedikit langsung kena marah sama mamih nya"
Makannya, seketika perilaku ku itu tiba-tiba berubah disaat aku berada di suasana kelas yg seperti itu.
dan disaat itu berlangsung lumayan lama.
Setelah berseling waktu satu semester itu kenaikan kelas, dan pasti setiap sekolah itu mengadakan perlomaan antar kelas.
Dan disitu aku tidak berniat untuk mengikuti perlombaan apapun itu.
Tetapi wali kelas ku mendatangi aku, dan menyarankan aku agar ikut perlombaan sepak bola, karena waktu itu dikelasku kekurangan peserta laki-laki.
Karena wali kelas ku yg langsung memberitahukan hal itu, maka mau tidak mau ya aku ikut serta dalam lomba tersebut.
Aku tanpa persiapan apapun langsung mengikuti lomba tersebut. Disaat teman-teman kelasku yg lain memakai baju, dan sepatu sepak bola.
Hanya aku yg memakai seragam sd, dan sepatu sekolah biasa.
Dan hasilnya lumayan memuaskan, kelas kita mendapatkan peringkat ke 2 di perlombaan tersebut.
Setelah saat itu aku mulai berbaur dengan teman-temanku yg lainnya. Meskipun aku masih sedikit menjauh dari mereka.
Tetapi setelah itu aku menjadi sering ikut bermain bola di saat waktu jam istirahat, dan lebih banyak berkenalan dengan teman-teman kelas yg lainnya.