•SPS3.BuahBibir?•

818 Kata
Motor ninja seorang Devanno Abraham memasuki sekolah.Tetapi berbeda kali ini,biasanya dia sendiri tetapi ini dengan perempuan. Siapa lagi kalau bukan Amanda Jessy Steffania. Semua orang terutama para kaum hawa berbisik-bisik membicarakan Amanda. "Dah sampai turun lo. "ucap vanno. "Ini juga mau turun kalik gak usah lo suruh. "jawab manda. Mereka berdua sekarang menjadi topik berita SMA Nusa Bangsa.Ya pantas saja mereka menjadi topik berita.Toh merkeka juga Most Wanted. "Tuh kan van gara-gara kita berangkat bareng jadi kek begini. "ucap manda kesal. "Harusnya lo bahagia dong bisa berangkat bareng cogan.Jarang loh cewek yang bisa berangkat sekolah bareng gua. "jawab vanno percaya diri. "Jadi orang jan ke pd an nanti jatuh sakit. "ucap manda. "Kan nanti jatuhnya diantara bintang-bintang. "jawab vanno tak mau kalah. "Terserah lo dah berdebat sama lo gak bakalah selesai. "ucap manda pasrah. "Hahahahahaaa kalah juga kan."jawab vanno. Manda yang sudah kesal pun meninggalkan Devanno diparkiran. "Lahh ngambek. "ucap vanno. "Tungguin elah jalan lo cepet banget. "sambung vanno. Manda tak menggubris ucapan vanno.Manda tetap berjalan menuju kelasnya sebelum menjadi tontonan para siswa/siswi. Sesampainya di kelas Manda menuju tempat duduknya untuk menaruh tasnya. Bebarap menit kemudian Vanno pun memasuki kelasnya dengan nafas tersenggal-senggal. "Huftt...lo jalan cepet banget sih."ucap vanno dengan nafas tersenggal-senggal. Manda tak menggubris ucapan vanno. "Lah ngambek nih orang. "sambung vanno. Vanno pun berjalan menuju tempat duduknya.Kebetulan twmpat duduk Vanno dibelakangnya Manda. Vanno pun menaruh tasnya dan menuju tempat duduk Manda. "Nda lo ngambek? "tanya vanno. Nih orang b**o apa gimana sih?udah tau lagi ngambek malah ditanyain. batin Manda. "Nda gua minta maaf baru aja kemarin baikan masa musuhan lagi. "sambung vanno. Lagi-lagi Manda tak menggubris ucapan vanno. Kerjain deh biar tau rasa gimana dikerjain.batin Manda. "Ayolah Nda maafin gua masa cuma masalah sepele kek begitu lo ngambek. "ucap vanno. Whatt!! Sepele?? Bikin malu gua itu ada dasar nih orang.hatt!! Sepele?? Bikin gua itu ada dasar nih orang. batin Manda. "Manda."Panggil Vanno. Manda masih tetap tak menggubris apa yang Vanno ucapkan. "Amanda Jessy Stefania."panggil Vanno lagi. "Apa? "jawab Manda tak berdosa. "Lo dari tadi gak dengerin gua ngomong? "ucap vanno. "Hmm."jawab Manda dengan deheman. "Plisee lah Nda gua minta maaf. "ucap vanno. Lama-lama kasian juga nih orang sampek segitunya minta maaf sama gua. batin Manda. "Buahahahahahaaa."tawa Manda pun pecah. Vanno yang ada disamping Manda pun seperti orang b**o mendadak. "Lo kenapa ketawa?Ada yang lucu. "tanya Vanno dengan begonya. "Lo tuh gampang banget sih dikerjain. "jawab Manda sambil tertawa. "Ohh...jadi lo ngerjain gua gitu?"tanya Vanno. "Kalau iya emang kenapa? "jawab Manda. "Berarti lo gak marah gitu? Sia-sia dong gua ngemis-ngemis minta maaf sama lo."ucap vanno. "Jadi lo gak ikhlas minta maaf sama gua gitu.?"jawab Manda. "Ikhlas-ikhlas jadi gua dah dimaafin nih?"tanya Vanno. "Iya udah. "jawab Manda. Tanpa babibu entah keaambet apa Vanno memeluk Manda. Kenapa nih jantung dangdutan sih woi jantung bisa diem gak lo. Eh jangan ntar kalok diem gua mati dong. Batin Manda. Nih jantung ngapain pakek acara dugem segala sih. Batin Vanno Entah perasaan apa ketika Manda dipeluk Vanno. Seperti tersetrum tubuhnya. Sebab pelukan Vanno terasa hangat dan tulus banget. Dan Vanno pun sebaliknya. Taanpa mereka sadari mereka sudah mejadi tontonan anak satu kelas. "Cieeee...ada yang mau jadian nih sampek peluk-pelukan kek begitu. "ucap serempak satu kelas. Manda pun melepaskan pelukan Vanno. Dan Vanno pun melepaslan pelukannya. "Apa-apaan sih lo Van tiba-tiba meluk gua. "ucap Manda kesal. Vanno pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Hehehehee gua seneng banget bisa damai sama lo dan lo udah maafin gua. "jawab Vanno. "Tapi ya gak gitu juga kali dah minggir lo Dira mau duduk gara-gara lo Dira gak bisa duduk. "ucap Manda. "Iya-iya galak amat neng. "jawab Vanno sambil kembali ke tempat duduknya. Setelah Vanno kembali ke tempat duduknya Dira pun pergo menuju tempat duduknya tepatnya di samping Manda. "Pagi Manda. "sapa Dira. "Pagi juga Dira. "balas Manda. Dira pun menaruh tasnya di tempat duduknya. "Lo tadi ngapain peluk-pelukan sama Vanno?Lo jadian ya? Pj dongg masa sama sahabat sendiri gitu. "ucap Dira seperti membaca buku tanpa ada titik dan koma. "Apaan sih lo gak ada pj-pj an siapa juga yang jadian.Tadi itu tuh cuma kebetulan aja tiba-tiba si Vanno peluk gua.Gua juga gak tau."jawab Manda. "Kebetulan apa kebetulan nih. "ucap Dira. "Kebetulan Dira bodo ah ngomong sama lo gak slesai-slesai. "pasrah Manda. "Utututututu...ngembek nih."ucap Dira. "Bodo."jawab Manda. "Maaf elah kan gua cuma bercanda. "ucap Dira. "Hmm."jawab Manda dengan deheman. "Makasih sahabat akuu. "ucap Dira. Entah mengapa pagi ini mood Manda benar-benar anjlok. Yang tadi gara-gara Vanno lah keciduk sekelas diledekim Dira lah.Nanti apalagi. Kring.... Bel sekolah pun berbunyi menandakan kelas akan dimulai. Semua siswa/siswi pun memasuki kelas masing-masing. Next▶
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN