"Rencana Allah memang lebih hebat dari ekspetasi ku," -VanDa. ♥♥ Tiba-tiba Vanno menggenggam kedua tangan Manda. Saling ditautkannya jari jemari Vanno dan Manda. "Will yo be marry me?" ucap Vanno. Manda yang mendengar pun terharu, Manda melepas tautan ditangan dan memeluk Vanno secara tiba-tiba. Sang empu yang dipeluk malah tersenyum bahagia dan membalas pelukannya. Setelah beberapa menit berpelukan, akhirnya pelukan itu terlepas. Pipi Manda sudah banjir dengan air matanya. Untungya Manda tidak memakai maskara, bisa hitam semua mukanya. "Gimana? lo nerima gak? kalau gak ma--," ucapan Vanno pun terpotong akibat jari telunjuk Manda menutupi mulutnya. "Insyaallah gue terima ikhlas lillahitaala," ucap Manda dengan senyuman. "Beneran? lo gak boong kan? coba tabo gue," ucap Vanno bahagia

