28. Satu Petunjuk Lagi

1520 Kata

Javon marah besar ketika Rowena kembali dengan tangan kosong dan dalam keadaan terluka parah. Ia sungguh tidak terima karena petarung terbaik yang telah ia ciptakan mengalami kekalahan dalam melawan Zora. Padahal, yang Javon harapkan hanya lah sebuah kemenangan yang sempurna. Saat itu, Javon sungguh tidak peduli dengan luka di tubuh Rowena yang belum pulih, maupun dengan hubungan rumit yang terjalin di antara mereka. Yang jelas, menurutnya Rowena telah gagal dalam misi yang ia berikan, sehingga sama seperti yang lain, ia harus dihukum. Tidak ada belas kasih apapun untuk itu. Di hari kembalinya Rowena, jeritan keras terdengar di sepenjuru ruangan bawah tanah markas Javon dan pasukannya. Teriakan itu merupakan teriakan dari Rowena akibat rasa sakit yang ditimbulkan oleh Javon untuknya set

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN