20

1261 Kata

“Sayang,” mencoba membuat suaranya terdengar ringan. “Aku mau ke pusat kota sebentar. Beli beberapa keperluan. Mau ikut? Sambil jalan-jalan?” Dari sofa, Taran menggelengkan kepala perlahan. Dia terlihat lesu. “Enggak ah, Om. Gue ngantuk banget,” jawabnya, sambil menyelipkan tangannya di bawah bantal. Ekspresinya mirip anak kucing yang malas bergerak sepulang bermain “Yakin? Aku beliin coklat. Atau kue yang kamu suka,” bujuk Faten “Beneran nggak, deh. Om. Gue… gue tidur dulu ya,” ucap Taran sambil memejamkan mata, sudah berbalik membelakangi Faten Ada keinginan kuat di dadaa Faten untuk memaksa, untuk membawa serta Taran kemanapun dia pergi. Tapi wajah lelah Taran meluluhkan niat itu. Dia butuh istirahat. Dan mungkin… aku akan pulang secepatnya dari kota “Oke. Aku cepet pulang nanti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN