Sementara jauh dari tempat Sivia berada, Alex mengacak rambut frustasi. Sudah hampir tiga bulan lamanya dia mencari Sivia tapi tidak menemukan di manapun. Dia bahkan mencari ke daftar-daftar penumpang pesawat tujuan luar negeri sejak tiga bulan terakhir hanya untuk memastikan jika Sivia masih ada di Amerika. Pertanyaannya, Amerika bagian mana? Kepala Alex berdenyut karena memikirkan itu. Amerika terlalu luas untuk menemukan seorang gadis. "Sebenarnya ada di mana kau, Eve? Aku sangat merindukanmu," desah Alex lirih. Matanya berkantung hitam karena kurang tidur. Hampir setiap malam dia tidak bisa tidur karena memikirkan dan merindukan gadisnya. Alex sudah menyebar bodyguardnya ke setiap kota di Amerika untuk mencari keberadaan Sivia tapi belum ada satupun yang melaporkan tentang keberadaa

