Rasanya baru beberapa menit Sivia memejamkan mata saat suara bell berbunyi terus menerus. Sivia menggeliat. Ingin rasanya mengabaikan tetapi ia tidak bisa. Tangannya refleks membuka selimut. Matanya ia paksa untuk terbuka. Sivia menguap lalu berdiri. Entah siapa yang sudah membunyikan bel pagi-pagi padahal ia sedang berada di hotel. Mungkin room service? Batinnya. Dugaannya salah ketika ia membuka pintu kamar hotel. Yang ia jumpai justru adalah seorang wanita cantik yang berpakaian super seksi. Di tangannya ada sebuah map juga tas jinjing. Sivia tidak segan-segan untuk menunjukkan wajah tidak suka. Dia adalah Anne, wanita yang ia ketahui menjabat sebagai sekretaris Alex juga wanita yang ia ketahui berciuman dengan Alex beberapa hari yang lalu. "Kenapa kau ada di sini?" tanya Anne begit

