Alexa menidurkan tubuhnya, posisinya tengkurap dengan kepala yang berada dibawah bantal, "Jadi mereka bersaudara?" disana Anggeline bertanya, ia menghampiri Alexa yang sedang merebahkan diri. Beberapa jam yang lalu Alexa datang ke rumah Anggeline dengan keadaan menangis, dia menceritakan segalanya, sedikit terkejut. Anggeline menyuruh Alexa untuk menginap dirumahnya. Alexa menjawabnya dengan anggukan, Anggeline menghembuskan nafasnya, "rumit juga ya, sepertinya salah satu dari mereka harus mengalah." "Aku bingung Anggeline, aku masih mencintai Louis, tapi kehadiran Rafael membuatku nyaman, lagi pula aku sudah berjanji untuk memberinya kesempatan." Alexa bertanya dengan suara yang parau. Anggeline duduk di salah satu sisi ranjang, "kau harus memilih salah satunya Alexa, putuskan sesuai

