Wajah Dave kini terlihat memerah padam dengan remasan pada benda pipih di tangannya yang kini masih tertempel di telinganya. Rahangnya mengatup kuat dan aliran darahnya naik ke kepala hingga meluap seiring dengan ucapan dan kekehan menertawakan dirinya di ujung panggilan sana. "Jangan pernah mengancamku karena kekuasaanmu yang berbau busuk! Katakan di mana Clara?! Atau aku tak akan segan untuk—" "—Untuk apa, Dave?! Melaporkan perusahaanku untuk kedua kalinya? Heh!" Decihan terdengar mengejek. Sekali lagi, Dave memejamkan matanya menelan kembali ucapannya. Posisi ia saat ini tak menguntungkannya untuk meladeni seorang b******n licik yang berani menculik Clara darinya. "Kau tak akan berani menyentuhku lagi, jika Claramu tak ingin disentuh. Kau tak akan mudah menemukannya, karena

