Antara Acuh Tak Acuh

1117 Kata

Axa tiba di apartemen, dia membuka pintu dan melangkah masuk. Karena akhir-akhir ini tubuhnya terasa sangat lelah, dan dia memutuskan untuk pulang siang. “Lyra.” Dia bersuara memanggil Lyra, terkesan seperti seorang suami yang pulang dengan kelelahan. Tapi tidak ada suara yang terdengar. Axa menghela napas dengan pelan, dia duduk di sofa dengan menyandarkan kepalanya. Sembari memijat pangkal hidung yang terasa berat. “Lyra!” panggil pria itu untuk kedua kalinya, tapi tetap saja tidak ada sahutan apa-apa. Axa mencebikkan bibirnya dengan kesal. Dia menarik napas panjang lalu berdiri. Pria itu berjalan ke arah dapur. “Dia kemana sih!” Kali ini Axa merasa seperti biasa sebelum ada Lyra, hening dan sepi. Ketika membuka lemari pendingin, pandangannya tertuju ke arah memo tadi pagi. Posisi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN