"Ini nggak sama kayak yang lu pikir, Bang!" Andra meringis. Ia duduk perlahan, menatap saudara kembarnya dengan mata mengedip beberapa kali. Serba salah. Ia tidak ingin Andre mengira yang tidak-tidak. "Gua sama Cinta nggak ngapa-ngapain." Andra menggeleng, melirik ke arah kamar mandi di mana Cinta berada. Gadisnya sedang mencuci muka. "Emang gue pikirin!" Andre duduk di kursi yang berada di samping ranjang Andra. "Gue nggak peduli dengan apa yang lu mau lakuin, yang penting lu sembuh. Satu lagi, emangnya lu tau apa yang ada dalam pikiran gue?" tanyanya tanpa ekspresi.. Andra meringis, kemudian menggeleng. "Nggak tau, sih," sahutnya sambil mengusap tengkuk dengan tangannya yang tak dipasangi jarum infus. "Tapi, kali aja lu mikir yang nggak-nggak." "Ngapain?" tanya Andre tanpa menatap.

