Andre mengempaskan tubuhnya dengan kasar di salah satu single sofa yang ada di kamar rawat inap Andra. Ia menopang kepalanya yang tertunduk dengan kedua tangan. Sikunya bertumpu pada lutut yang terbuka. Denyutan di kepalanya semakin menjadi, rasa sakitnya tak tertahankan, kepalanya terasa ingin meledak. Bukan karena memikirkan biaya perawatan Andra yang tidak sedikit, tetapi ia memikirkan kondisi adik kembarnya. Ia takut Andra semakin parah. Yang menempatkan Andra di kamar VVIP bukan dirinya, melainkan Tante Sophia yang berada di Australia. Ia memberitahu wanita itu saat Tante Sophia menghubunginya melalui panggilan video beberapa jam yang lalu, ketika ia baru tiba di rumah sakit. Tante Sophia menanyakan bagaimana keadaannya, dan tampak khawatirkan melihat penampilannya yang kusut. Ia bel

