Sinar matahari pagi yang masuk melalui celah gorden dan jatuh di wajahnya membangunkan Cinta dari tidur nyenyaknya. Mata bulatnya mengerjap beberapa kali, menghalau kantuk yang masih saja menggelayut. Cinta mengucek matanya yang nyaris kembali terpejam. Entah jam berapa dia tidur tadi malam, sepertinya lewat tengah malam. Dia menunggu Andre pulang. Ingat Andre, Cinta langsung menyibakkan selimut dan turun dari tempat tidur, dengan setengah berlari menuju keluar kamar. Tadi malam, dia menunggu Andre sampai hujan reda, tetapi yang datang malah seorang pengantar makanan, katanya dari Andre, untuknya. Cinta berlari menuju ruang tamu, membuka gorden tebal yang menutupi kaca jendela untuk mengintip keluar. Dia ingin tahu apakah mobil Andre sudah terparkir di halaman atau tidak. Jika tidak, b

