Berjalan dengan santai menelusuri koridor hingga parkiran, Ara tersenyum bahagia. Daffa yang tidak lagi marah padanya, apalagi saat ini dirinya akan berkencan dengan lelaki yang selama ini ia kagumi. Indanya takdir ini pikirnya. Tiba di parkiran Ara, melihat Revan bersama seorang perempuan yang wajahnya begitu tidak asing tetapi Ara tidak mengingat dimana dirinya pernah melihat gadis itu. Terus berjalan perempuan itu menyadari kehadiran Ara membuat Ara mau tidak mau tersenyum kearahnya, sepertinya Revan pun menyadari kehadirannya. “Hai.” Sapanya saat melihat kedua manusia ini kini menatapnya. “Ara, Lo dari tadi di sini?” Entah hanya perasaan Ara saja atau memang terdengar nada bicara Revan seperti orang yang panik. Ara, membuang perasaan itu, “Enggak kok. Gua barusan aja nyampe.” “A

