Kecemburuan Vanessa

1831 Kata

Suasana kantin yang selalu bising, tidak membuat murid-murid berpaling pada tempat yang menjadi tujuan utama mereka melepas lelah dengan mengisi perut yang kosong. Ara dan Mita memasuki kantin berjalan menuju meja kedua temannya yang sudah lebih dulu disana. “Muka lo kenapa Ta, kok kesal gitu?” Tanya Stella saat keduanya sudah duduk. Melihat wajah Mita yang jarang sekali menampilkan ekpresi kesal membuat Stella heran. “Cih. Revan sialan.” Gerutu Mita. “Revan? Kenapa tuh cowok?” Kini Vanessa yang bertanya. “Tuh cowok cuman jadiin Ara bahan taruhan. b******k!” Dengan nada yang emosi Mita menceritakan semuanya. Saat Ara dan Mita telah keluar dari kamar mandi, Mita dan Ara hendak berjalan kearah kantin. Namun dipersimpangan Ara berhenti membuat Mita yang bingung ingin bertanya, namun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN