Sakit yang Sakit

2180 Kata

(Pov Irsyad) Gue menarik napas dalam, percuma gue mengusir Rara dari sini, gadis itu akan tetap datang, lagi, lagi dan lagi. Entah apa yang ada di kepalanya itu, setiap pergantian jam Rara datang ke bangku gue, cuma untuk bertanya, ‘tangan kamu sakit?’ Sebenarnya apa yang dia pikirkan? Apa iya, dalam sekejap tangan gue yang bengkak ini bisa langsung sembuh? “Kita di sini aja, Leni ....” Sekarang Rara membawa Leni untuk ikut-ikutan mengusik ketenangan gue. Leni yang tidak peduli, yang penting ada buku di tangannya, nurut saja saat Rara membimbingnya duduk di bangku depan gue yang kebetulan di tinggal pemiliknya. (Read, gue gak tahu siapa orang yang duduk situ) “Syad, kita pindah duduk sini, supaya bisa bantuin kamu.” Rara menoleh dengan senyum yang menurut gue sangat menyebalkan. “Iya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN