Gangguan

1280 Kata

(POV Irsyad) “Dia memang gadis yang ...” Gue tanpa sadar tertawa dan ini sudah terjadi hampir lima kali sejak kemarin. Entahlah, gue rasa ada kesalahan atau kerusakan pada bagian otak kanan gue yang bisanya selalu serius, terutama saat belajar matematika seperti saat ini. “Ini salah satu momen langkah yang mungkin hanya terjadi beberapa kali dalam hidup.” Suara Aaris memenuhi kamar gue. Gue spontan menoleh dan mendapati Aaris yang berdiri di dekat pintu dengan moncong kamera terarah ke arah gue. Gue tidak perlu lagi bertanya apa yang Aaris lakukan sekarang, jelas dia sedang membuat tugas yang dua hari lalu diberikan dokter Dian kepadanya. Sejujurnya gue sangat senang melihat Aaris mendapat tugas semacam ini. Rasanya seperti kembali melihat Aaris yang dulu, yang ceria dan kadang ju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN