Dilema

2190 Kata

(Pov Rara) “Mumy ....” Begitu sampai ke rumah, aku langsung menghambur ke pelukaan mumy yang sedang duduk santai di sofa. Mumy sedikit kaget dengan tingkahku itu, tapi mumy tidak menghindar dan membiarkan aku semakin erat memeluk mumy begitu air mataku tidak bisa lagi ditampung, baju yang mumy kenakan kini jadi basah. “Sayang, ada apa?” tanya mumy setelah tangisku merendah. Mumy mengelus pucak kepalaku yang masih tertutup kerudung. “Mumy ....” Aku masih kesulitan mengeluarkan kalimat akibat sisa-sia tangis tadi. “Kamu berantem sama bang Gino lagi?” Aku menggeleng. “Terus apa sayang ?” tanya mumy lembut. “Kamu mau cerita ke mumy sekarang? Atau mau nanti aja setelah kamu tenang? ” “Mumy, Lala mau celita sekalang aja.” Mumy mengangguk. Aku menarik napas dalam-dalam. “Mumy, Lala mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN