Setelah selesai teleponan dengan Oceana, tiba-tiba Alin masuk ke kamar Samudera dan duduk di tepi kasur lalu Samudera mengubah posisi menjadi duduk. "Ada apa, Lin?" "Kak Samudera jangan terima perjodohan ini, Alin gak mau menjadi duri untuk hubungan Kak Sam dengan pacarnya. Menurut Alin ya Kak, Om Andre pasti senang kalau Kak Sam nikah dengan cewek yang Kak Sam cinta." Samudera hanya mendengarkan ucapan Alin. "Surat itu kan udah lama sebelum Om Andre tahu Kak Sam menerima seseorang, jika aja Om Andre masih hidup, pasti ikut senang dengan pilihan Kakak." Samudera tersenyum seraya mengangguk. "Kamu benar, Lin. Pasti Papa akan senang kalau aku nikah sama dia." "Pasti cantik ya, Kak. Alin bisa lihat fotonya?" Samudera mendapatkan ponselnya di atas nakas dan membuka galeri yang menampakka

