Apartment
pintu lift terbuka dan keluarlah seorang perempuan dengan tubuh munyil berjalan dengan kepala menunduk dan nampak lesu kearah sebuah pintu bernomor 218
Perempuan tersebut memasukan nomor sandi kamar apartemen nya,setelah pintu terbuka perempuan itu masuk dengan berjalan cepat menuju sofa dan langsung menghempaskan tubuhnya di sofa yang empuk itu
"yang tadi itu,beneran dia?"
.
.
.
.
.
.
Flashback
Saat afra sedang menangis tiba-tiba ada sebuah tangan yang mengangkat dagu afra pelan dan berhasil membuat afra mendongakkan kepalannya.
Saat itu lah mata afra menangkap wajah seorang cowok,saat melihat cowok tersebut afra hanya bisa menatap cowok di depannya itu datar.tiba-tiba tangan cowok tersebut terangkat dan menghapus air mata afra lembut dan hal itu berhasil membuat afra menahan nafasnya,hal itu juga membuat wajah afra memerah karna malu.
"jangan nangis"ujar cowok tersebut sambil menghapus air mata afra lembut dan berhasil membuat afra terpaku sesaat
"kok sendiri,ngak pulang?"ucap cowok tersebut bertanya,tetapi afra masih terdiam
"hei,kenapa kok diam?"tanya cowok tersebut sekali lagi dan melambai-lambaikan tangannya di depan wajah afra,yang berhasil membuat lamunan afra buyar
"eh..ada apa kak kai?"tanya afra,ternyata cowok itu adalah kaivan
"loh,lo mangil gue pake kak? wah,dapet hidayah dari mana?"tanya kaivan menyindir
Atau lebih tepatnya mencoba membuat afra kesal,agar afra tidak terlalu sedih,tapi nampaknya dugaan kaivan salah.
"hmm..maaf yaa kak udah ngak sopan sama kakak,udah ngomong kasar dan ditambah lagi gue bentak sambil nunjuk-nunjuk kakak tadi.maaf yaa kak,afra baru tau kalo kakak ketos di sini dan kakak dari keluarga acies lagi.maaf yaa kak"ujar afra menyesal dan murung membuat kaivan kelabakan karna dia menyindir untuk membuat afra kesal dan mengajak dirinya debat eh malah sebaliknya.
"lo merasa bersalah sama gue atau cuma takut sama keluarga gue?"tanya kaivan
"eh? Nggak kok kak,gue beneran merasa bersalah sama kakak.yaa walaupun sejujurnya juga takut berurusan sama keluarga acies"jujur afra
"kenapa?"tanya kaivan
"hah? Ngomong yang jelas dong kak"ucap afra
"kenapa lo takut sama keluarga gue?"tanya kaivan lagi
"ya,siapa sih kak yang mau berurusan sama keluarga paling terpandang dan berkuasa di negeri ini"ucap afra tanpa melihat ke arah kaivan
ia lebih memilih menatap ke bawah,seakan lantai di taman itu lebih menarik di bandingkan seseorang yang berdiri di depannya.ya walaupun itu adalah sebuah kebohongan besar
afra tak akan membohongi dirinya sendiri,bagaimanapun tak akan ada seseorang pun yang bisa menandingi kharisma dan aura memikat milik kaivan.TAK AKAN ADA,tolong diingat!
"ngak masalah,lagian gue juga ngak marah dan lo ngak boleh bersikap seperti tadi pagi ke orang lain.ke siapapun itu
lo harus sopan.bukan cuma ke orang tua lo,ketos,anggota osis,guru atau keluarga terpandang dan kaya aja.lo harus sopan sama siapa aja..ngerti kan?"ujar kaivan panjang lebar (wah kayaknya abis kepentok tiang bendera nih makhluk?)
"siap kak"ujar afra semangat sambil hormat ke kaivan (kayak upacara bendera aja pake hormat-hormatan segala?)
"bagus"ucap kaivan sambil mengacak rambut afra,ia gemas dengan tingkah gadis itu
"yah kak rusak kan rambutnya,nanti afra ngak cantik lagi ih bikin kesel aja"ujar afra kesal
"emangnya kamu cantik ya?"tanya afra dengan wajah datar
"aku tu cantik tau,kakak aja yang ngak sadar"ujar afra pede
"yaudah deh iya,ngomong-ngomong lo ngak mau pulang ini udah jam 5 loh"ujar kaivan sambil melihat jam nya
Mendengar omongan kaivan,afra langsung melihat jam nya dan benar kata kaivan jam sudah menunjukkan pukul 17.03
"gawat,gue harus cepet ke halte bus sekarang,kalo ngak bakalan ketinggalan bus"batin afra
Afra mengotak atik handphone miliknya,ia ingin melihat jadwal bus yang sudah ada di benda pipih super pintar itu.
Afra seketika membelalakan mata bulat nya,ia mengutuk dirinya sendiri karna tak memeriksa jadwal bus itu.ingin sekali rasanya ia meminjam kantong doraemon,agar bisa memakai pintu berwarna pink yang selalu eksis di setiap episode kartun doraemon
Tetapi tentunya hal itu tak mungkin terjadi,dan sekarang ia harus memutar otak untuk bisa pulang ke apartemen miliknya.
karna bus terkhir ada pada jam
17.05!!!
.
.
.
.
.
.
2 menit lagi!!
Ayo ayo segera masaknya waktu tinggal 2 menit lagi silahkan hias masakan kalian secantik mungkin
"heh autor gila lo kira ini misterchef apa"afra
"masterchef kali"autor
"ngak boleh sebut nama..lo mau promosi"afra
"semerdeka lo lah"autor
Back to story
Setelah melirik jam tanggan berwarna putih tersebut afra langsung lari kayak dikejar orang gila dengan kekuatan yang dia pinjam dari sonic
Tau sonic kan??
"Tau"afra
"Kagak"disa
"ngak guna"kaivan
Yaudah fokus lagi deh
Afra pun berlari dengan kencang meninggalkan kaivan yang hanya melihat afra dengan tatapan bingung,kagum,aneh,heran dan takjub
Bercampur deh pokok nya.bayangin aja nasi padang,kan nyampur tuh bumbunya.yaa kayak gitu
Halte
Saat afra berlari menuju halte bus,ia melihat bus yang sedang berhenti afra pun mempercepat larinya.tetapi sepertinya keberuntungan tak berpihak pada dirinya,karena bus itu keburu pergi.padahal afra sudah mengeluarkan kekuatan supernya yaitu...
.
.
.
.
.
.
.
Teriakannya
"Bus bus bus pak pak buk buk woyy tunggu jangan tinggalin inces eh jangan tinggallin afra,afra mau numpang.eh naik,tenang bayar kok afra kan bukan penumpang gelap.nih kulit aja kinclong cem artis korea "ujar afra dengen teriakan yang bisa membuat ayam jantan bertelur saking dahsyatnya
Tetapi entah bus nya yang b***k atau supirnya,bus tersebut tetap melaju dengan sangat santuy yaitu dengan kecepatan 180
Iya santuy kok,tapi dalam kamus spongebob squarepants yang gagal tes mengemudi ribuan kali dan membuat nyonya puff depresi(pakai suara cute girl adeknya si nopal yang cantik).loh? Kok jadi bahas film dora??
Melihat bus tersebut yang sudah menjauh,afra pun menghentikan larinya tepat di depan halte sambil memandang sedih bus tersebut.karna kesal afra pun menghempaskan p****t nya ke kursi tunggu di halte tersebut keras
"aduh"ujar afra kesakitan karna kebodohannya sendiri yang main hempas p****t nya aja ke kursi tersebut,padahal udah tau kursinya terbuat dari besi.yang tentunya sudah di pasti keras lah! (ngegas)
"kenapa?"tanya seseorang dan berhasil mengagetkan afra,afra pun mendongakkan kepalannya ke atas
"kakak kok ada di sini?"tanya afra
"kebetulan lewat"jawab kaivan
"oh gitu"ucap afra singkat (tumben)
"hmm..ngak pulang?"tanya kaivan
"pulang lah kak,ini lagi nunggu taksi soalnya bus terakhir udah lewat.jadi nunggu taksi aja,kakak ngak pulang?"tanya afra
"mau bareng"tawar kaivan
"eh ngak usah"tolak afra
karena ia masih merasa tidak enak dengan lelaki di depannya ini
"naik"suruh kaivan singkat
"ngak usah kak"ucap afra menolak
"Tck"kaivan pun berdecak kesal
dia pun turun dari motornya dan langsung mengendong tubuh afra dengan mudah dan meletakkannya di motor tentunya dengan sangat mudah(udah kayak ngangkat boneka aja yaa?)
Hal tersebut berhasil membuat afra terdiam dengan kelakuan kaivan yang tiba-tiba
"pegangan"suruh kaivan
"i-iya"ucap afra terbata,ia masih kaget dengan kejadian tadi dan memegang bagian belakang motor kaivan
"kok di situ,ntar lo jatuh"ucap kaivan
"trus dimana?"tanya afra
"di sini ni"ucap kaivan sambik meraih tangan afra dan mengarahkan tangan afra melingkar di perutnya
Dan kejadian itu sekali lagi membuat afra yang notabennya cerewet,bandel,keras kepala,ngak bisa diam.langsung terdiam dan ngak bisa menjawab,membantah atau pun menolak seorang kaivan dexter acies