Benda elektronik berbentuk persegi dan cukup tebal itu dibuka dengan perlahan. Seorang gadis kini telah duduk di kursi meja belajar yang telah ia sulap menjadi meja kerja sejak satu setengah tahun lalu. Di sebelahnya ada sesuatu yang mengepul dari dalam cangkir bewarna hitam. Bibir tipis dengan polesan warna menyerupai jeruk Mandarin tampak tersenyum kecil. Mata bulatnya mengerjap menunggu mesin laptop menyala setelah menekan tombol power. Angin segar berembus dari jendela kamar yang sengaja gadis itu buka. Membawa sensasi dingin menerpa wajah. Padahal, di luar sedang hujan. Tidak deras sih, tangis langit itu sudah lumayan mereda dari lima belas menit yang lalu. Tapi gemericiknya masih terdengar menelusup di telinga. Layar laptop kini sepenuhnya menyala. Menampakkan halaman depan yang be
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


