Adrian menunggu dengan gelisah diluar ruangan yang bertuliskan 'UGD' pada daun pintunya. Ia mondar-mandir kesana-kemari sembari merahpalkan doa agar Adelle dan juga calon bayinya tidak kenapa-napa. Pasalnya, sudah lima belas menit Anna memeriksa Adelle dan belum ada tanda-tanda Anna akan keluar dari ruangan. Adrian mengacak-acak rambutnya frustasi. "Adelle..." gumamnya lirih. "Maaf..." Adrian terus menggumamkan kata 'maaf', berharap Adelle mendengarnya lewat suara hatinya. Adrian menyandarkan tubuhnya ditembok, kepalanya mengadah dan matanya terpejam. Setetes kristal bening jatuh dari sudut matanya. "Kalian baik-baik ya, Sayang." "Yan, Adelle sama bayinya gimana keadaannya?" ucap Camelia yang tiba-tiba ada dihadapan Adrian sambil menenteng higheels-nya. Adrian menggeleng kecil. "Dari t

