"Pas keluar dari air nanti pakaian kamu juga bakal membentuk lekuk tubuh, Qi. Kayaknya percuma juga menutup aurat kalo mandi di tempat umum begini." Laki-laki tersebut terus berbicara meski aku tak memberi tanggapan atas semua nasehatnya yang tak kuminta. "Pulang-pulang jadi belang," kekehnya seolah lucu. "Apa sih!" sentakku risi. Dia berdiri di atas berbatuan sementara aku sengaja berendam tertutupi batu itu. "Kamu kapan pulang?" tanya Al terdengar lagi. Aku diam saja. “Dijawab, Qiya.” "Kamu gak harus tahu apa-apa yang aku lakukan sama hidupku." Al memayungkan tangan di kening, menghalau sinar matahari. "Sama siapa di sini?" Aku tak menjawabnya. “Kamu belum tuli lho. Panas cuaca begini masa berenang?! Beneran meragukan kamu punya 'sesuatu' untuk berpikir.” Aku yakin dia me

