Ekstra part 101

1176 Kata

Malam masih setia menemai kami. Al masih memelukku dalam hangat dadanya yang bidang sambil menatap pemandangan malam kota Jakarta dari jendela kamar hotel kami. Rasanya aku tak ingin apa pun lagi selain bersamanya saja. Sangat aku mencintai Alfarisi, suamiku. Syukurlah, dia pun membalas perasaanku. “Apa setelah ini?” tanyaku teredam dalam harum aroma tubuhnya. Mendadak Al melepas pelukan, lalu tubuhku terangkat olehnya. Senyum khasnya yang menampilkan dua lesung pipi menawan itu terlihat lagi. Aku yang tak mendapatkan jawaban menghindari degup jantung dengan tanya lainnya. “Ngapain tiba-tiba gendong gini, Al?!” Al membawaku, melepas tubuhku di atas tempat tidur. Perlahan, dengan jarak wajah dan tubuh yang begitu dekat hampir menindihku Al berkata, “Kamu ditakdirkan untukku, Qi.” Sem

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN