Krik krik krik Kira-kira begitu yang kurasakan setelah berada di atas satu tempat tidur bersama Alfarisi. Canggung. "Kenapa diam, Qi? Deg-degan?" Olok Al bahagia. "Gak usah mancing emosi Al," ketusku serius. Dag dig dug der. Pokoknya, rasaku gugup tak terkira. Takut dia bergerak tak terduga. Waspada dan tegang, kepalaku mulai sakit karena banyak menduga yang bukan-bukan. "Qi...!" "Hm?" "Kalo kamu di posisi, Chana. Apa yang bakal kamu lakuin?" "Gak tau. Gak bisa bayangin bakal ngalami kayak gitu, mudah-mudahan jangan," sahutku segera. "Kayak gitu kurang lebih gambaran yang kamu dapetin kalo nikah sama El," timpalnya santai. Aku jadi melihatnya. "Sebenarnya masalah kamu sama dia apa sih, Al?" "Kenapa pengen tahu?" tanya Al juga. "Ya karena kamu kayaknya kenal banget sama dia

