Yang Memulai, Yang Emosi

1229 Kata

"Jangan terlalu jual mahal, Laura," desis Smith, suaranya bak bisikan ular yang meliuk di telinga, lalu senyum miringnya mengiris keheningan seperti belati tajam yang terbuat dari sinisme. Matanya, dua bara api yang seolah-olah dapat membakar segala pembangkangan, menatap dalam ke mata Laura, sepasang lautan gelap yang kini berkecamuk oleh badai kebencian. "Ingat posisimu hanya sebagai bawahanku di sini," lanjutnya, setiap kata terbalut dalam racun yang lembut namun mematikan. Tangan Laura mengepal erat, jari-jarinya seperti akar pohon yang menggenggam bumi dalam keputusasaan. Denting kecil dari kuku yang mencakar telapak tangannya adalah satu-satunya bunyi yang terdengar di antara mereka. Namun, ia tahu, meski hatinya bergemuruh, tak ada tempat untuk membantah kenyataan yang disampai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN