Waktu pemberangkatan Anindiya dan Bryan akhirnya tiba juga. Damian begitu berat untuk melepas pemberangkatan sang istri. Dengan langkah yang kurang semangat Damian mengantarkan istrinya menuju landasan pribadi milik keluarga Aditama Grup. Tempat dimana jet pribadi milik keluarga Aditama berada. “Jangan seperti itu, Mas. Aku sedih melihat wajah Mas yang ketekuk kayak gitu,” ucap Anindiya. Dia jujur tidak tega kalau melihat suaminya seperti sekarang ini. Jika tidak terlalu penting, mungkin dia tidak akan berangkat. Dia akan lebih memilih menemani suaminya tetap berada di Indonesia. “Perasaanku entah kenapa tiba-tiba tidak enak, Sayang. Aku tidak ingin jauh dengan kamu untuk saat ini,” ucap Damian. Anindiya tahu kalau saat ini suaminya benar-benar sangat khawatir kepada dirinya. Dia tidak

