Part 78 Rapat Dewan Direksi

1079 Kata

Anindiya tersenyum kecut tatkala dia membaca email dari Ken tentang perusahaannya. Dia tidak menyangka kalau banyak para karyawannya yang saat ini berkorusi. Sampai-sampai perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar. Dan ternyata semua ini sudah dilakukan puluhan tahun yang lalu. Anindiya merasakan getir dalam hatinya. Karena orang-orang kepercayaan papa dan neneknya sampai berani berhianat karena iming-iming uang yang banyak. Anindiya menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kebesarannya. Memikirkan solusi yang terbaik untuk perusahaannya kali ini. Anindiya benar-benar tidak akan pernah diam saja setelah ini. Karena kelonggaran yang dia berikan, ternyata dibuat sembarangan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tok...tok...tok.. “Masuk.” Anindya dengan wajah dinginnya, berbi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN