Part 33 Anindiya

1037 Kata

1 Tahun kemudian, Istanbul, Turki Tidak pernah terbayangkan sama sekali oleh Anindiya. Kalau dia harus merasakan rasa sakit yang benar-benar meluluh lantahkan hatinya. Masih teringat jelas penghianatan suami yang mulai dia percaya dan dia cintai. Air matanya tidak kuasa untuk jatuh. Dia benar-benar begitu hancur. Tubuhnya luruh ke lantai meratapi nasibnya. Nenek Hamida menatap cucunya dengan perasaan iba. Dia benar-benar tidak akan memaafkan Damian karena sudah membuat cucunya menjadi seperti sekarang ini. Baru kemarin dia memberikan kepercayaan untuk menjaga cucunya. Tapi, sekarang dia sudah menghancurkan kepercayaan yang sudah dia berikan. “Berdirilah, Sayang. Jangan perlihatkan kelemahanmu. Kamu masih ada Nenek yang ada di sampingmu. Bangkitlah, Cucuku. Balas rasa sakitmu. Buat dia me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN