Sebuah pesta pembukaan resort dan hotel berjalan dengan sangat meriah. Banyak para kolega perusahaan yang menyempatkan hadir untuk pembukaan resort dan juga hotel milik Anindiya. Tapi, buat Anindiya, acaranya kali ini seperti ada yang kurang tanpa hadirnya para sahabatnya. Cuma kado yang mereka kirimkan untuk Anindiya. Persahabatan yang tidak pernah sama sekali terekspose di media. Karena mereka terlalu nyaman dengan persahabatan mereka yang tidak diketahui oleh public. “Sepertinya kamu sedang menunggu seseorang, Sayang?” tanya Damian pada Anindiya. “Iya, Mas. Mereka sangat tega tidak mengahadiri acaraku kali ini. Aku merasa kalau aku sudah tidak penting lagi bagi mereka,” ucap Anindiya dengan memasang wajah yang terlihat sedih. Damian yang mendengarnya terheran-heran. Karena sepengetahu

