Anin masuk ke dalam rumah dengan perlahan. Menunduk dalam diam, menyesali semua ini. Andai saja jika dia tidak menikah dengan Damian, dia tidak mungkin merasakan sangat menderita seperti ini. Anin duduk di sofa ruang tamu. Nenek Hamida terkejut melihat Anin yang datang. "Yaampun Anin, kamu dari mana saja? Tadi Damian datang mencarimu sayang," ucap nenek Hamida. Anin diam tidak menjawab, dia hanya menunduk menangis dan memeluk neneknya . Tidak ada orang lain selain neneknya yang bisa membuat hatinya tenang, di saat seperti ini Anindiya benar-benar bingung bagaimana harus menghadapi masa depannya. Dia terlanjur jatuh hati kepada Damian, dia terlanjur mencintai Damian. Tetapi dia juga tidak mau jika memiliki suami yang sama sekali tidak mencintainya. Bagaimana jika nantinya Damian akan terus

