Kenzie menatap datar pria dihadapannya. Sampai detik ini Kenzie sudah sangat baik untuk memberi kesempatan kesempatan kepada pria bermuka dua dihadapannya itu. Bahkan Kenzie bukan hanya menyiksa pria itu dia juga sudah mematahkan kedua kaki dan tangannya hingga tak berbentuk. Tidak memotong organ apapun dalam diri Lionel adalah sebuah kebaikan. “Kau masih mempercayai si tua bodoh itu?” Pria tua itu hanya terkekeh dengan wajah yang dipenuhi darah. “Sampai matipun aku tidak akan mempercayaimu.”ucap pria tua itu yang diselingi batuk karena darah yang menganggu ronga mulutnya. Kenzie hanya mendengus sembari mengelap tangannya dipenuhi darah. “Aku tidak memintamu untuk mempercayaiku, aku hanya ingin membuktikan isi dari kepalamu”ucap Pria itu dengan kekehannya. “Ternyata kosong,” lanjut

