"Biar kuberitahu sesuatu. Alterio Kaila, ibumu, istri Jenderal Saveri tewas. Dia tidak sakit, Jenderal. Dia dibunuh. Pintar sekali Jenderal Saveri menyimpan rahasia ini darimu. Bahkan, kakakmu tahu kalau ibu kalian dibunuh tak manusiawi." Sersan Kenan dan Letnan Aristide saling berpandangan. Sedangkan, Jenderal. Dia menatap Adora dingin dan bersiap membantai Adora kalau itu yang diperlukan. "Jantung ibumu, Alterio Kaila ada di diri Adonia. Istrimu." Senyum Adora melebar mendapati ekspresi Jenderal yang pecah. Dia menemukan rasa puas terselip di dalam hatinya. Karena Jenderal tidak tahu diri sudah seenaknya mengurungnya di penjara pengap dan berbau manusia sampah. "Aku tidak berbohong. Tanyakan saja pada dokter atau siapa pun di laboratorium Departemen Kesehatan. Mereka akan mengatakan

