Letnan Aristide mendesis dingin. Dia menatap Komandan Rei tajam. "Apa yang terjadi dengan Adonia?" Komandan Rei mengerjap. Dia melirik Letnan Aristide. "Kau sudah mendengarnya?" "Kebetulan anak buahku yang berjaga. Jenderal membawanya kembali ke rumah lebih cepat. Ada bercak darah di pakaian rumah sakitnya. Terjadi sesuatu?" Komandan Rei membisu beberapa menit. "Dia mendadak kejang-kejang. Kemudian, kedua hidungnya mengeluarkan darah. Itu terjadi begitu saja. Kalian pasti tahu kalau Dokter Mei mengambil sampel darah Adonia untuk percobaan, tetapi Dokter Mei sebelumnya memberikan dosis tidur pada Adonia. Itu dosis aman. Karena aku mengawasinya dan berbohong pada kakakku sendiri yang ada di sana." Panglima Sai mendengus tajam. "Kapten Davira sudah tahu. Aku memberitahunya. Dia menguping

