Suasana pun terasa hening karena warsiman dan tuminah mereka tidak mengobrol, hanya matanya saja yang saling menatap seolah sedang menyampaikan rasa heran masing-masing. Kira-kira 30 menit berlalu setelah pelanggannya menghabiskan makanan dan menghabiskan rok0k. Sehabis makan dia pun mendekat ke arah tempat pembayaran dengan segera tuminah pun bangkit kemudian menghampiri. "Totalnya berapa mbok tuminah?" tanya Mbah itu membuat tuminah sedikit menganga karena dia tidak menyangka kalau pelanggan yang baru berkunjung mengetahui namanya. "Totalnya jadi 18.000 Mbah...!" jawab tuminah sedikit tergagap. "Oh murah juga ya? tapi saya membayarnya tidak menggunakan uang." "Janganlah Mbah! soalnya warung Saya lagi sepi. Tolong bayar pakai uang, kasihani saya yang sedang susah." "Hehehe," m

