Dua puluh empat

1555 Kata

"Mari Ibu Danyon" Yang di sapa si memang Syakila, tapi entah mengapa Zasya merasa harus ikut tersenyum. Pagi ini hari Sabtu, sekolah Zasya libur. Tapi tidak dengan Musa. Tadi, pagi pagi sebelum penaikan bendera, Syakila mengajak Zasya untuk berjalan jalan santai memutari batalyonnya saja "Mam. Iisssh mageer" "Cuma sampai cakra 5 aja kak. Janji gak lebih" Cakra 5 dibilang cuma? Ya tuhaaan. Elus elus d**a deh sama Mamah. Ngidamnya aneh aneh saja. Namun, tak urung Zasya mengangguk. Mengiyakan permintaan sang Mamah Dan jadilah di sini mereka sekarang. Jalan santai dengan sendal jepit dan pakaian yang sudah 'sedikit' rapih khususnya Zasya. Zasya memperhatikan sekitar. Kegiatan setiap pagi di asrama berbeda beda. Ini yang membuat Zasya senang berkeliling asrama. Kegiatan mereka tidak monoto

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN