Duapuluh enam

786 Kata

01, mei Zasya dan teman temannya sama sama memegang kertas putih berlogo sekolah dan dinas pendidikan. Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan mereka sebelum merayakan hari perpisahan. Zasya dan teman teman satu sekolahnya dalam keadan tegang. Raut wajah mereka khawatir. Takut takut hasil selama 4 hari mereka akan sia sia. "Baik anak anak. Hitungan ketiga kalian boleh buka kertasnya bersama sama yaa" teriak guru berkepala botak di tengahnya saja itu yang dijawab anak anak dengan sautan "Ya" "Bapak hitung" semua diam. Raut wajah mereka semakin khawatir "Satu" "Dua" "Tiiiiii" "Tiiiiii" "Tiiiii" "Buruan Paaak" saut salah satu siswa yang tidak sabaran Pak Jamal, nama guru tersebut. Tersenyum lebar "Deg degam ni yeee" Semua murid bersorak heboh. Tidak terima dengan di kerjai oleh s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN