Aku mulai merias diriku secantik mungkin, sudah lama rasanya aku tidak pernah berdandan. Bukan wajahku kusan tak terawat, namu sekarang aku lebih berarti dari wajahku yang natural tanpa riasan. Lagipula, aku sedang hamil, jadi tidak memakai krim atau perawatan kulit apapun. Aku menuruni anak tangga tanpa membangungkan Rei, kulihat ayah dan ibu sudah rapih, begitu juga dengan Clarisa. Rasanya aku seperti seorang mempelai yang akan menikah saja. Aku melihat senyum ayah dan ibuku, yang membuatku semakin bahagia. "Kamu sangat cantik nak, meskipun kamu sedsng mengandung, tapi kecantikan kamu tidak pudar" puji ibuku. "Aku juga cantik kan bu?" ucap Clarisa manja. "Putri kecil ayah juga cantik, kalian sama-sama cantik" puji ayah. "Sasa bukan anak kecil lagi ayah, Sasa sudah dewasa" rengek Cla

