Aku bertemu dengan tamu yang sudah lama tidak muncul, tamu yang selalu membuatku naik darah dan selalu mengajak perang. Siapa lagi kalau bukan si lampir tua dan rubah kesayangannya itu. Aku duduk dengan mereka di sofa di ruang tamu, sudah ada Rei disana. Tak lama Clarisa muncul dan duduk di sampingku. Sama seperti diriku, Clarisa juga tidak menyukai kehadiran mereka. "Bagaimana kabar kamu Dia?" tanya si lampir tua penuh sandiwara. "Sehat ma" jawabku tak kalah lembut dan bersandiwara. "Kandungan kamu bagaimana?" tanyanya lagi. "Sehat kok ma,kenarin baru USG" jawabku lagi sambil tersenyum paksa. "Lalu bagaimana dengan jenis kelaminnya?" Rosa menimpali. "Sengaja tidak di tanyakan, biarlah itu menjadi kejutan saat dia lahir" Rei langsung menjawab. "Oh iya ma, ada apa datang kesini?" tany

