9.

1328 Kata

Shein masih saja memainkan pisau berdarah itu di leher ku sambil tersenyum licik. Aku tidak tau lagi harus berbuat apa. "Pffft.. HAHAHAHAHA" Aku sedikit terkejut mendengar tawa nya yang menjengkelkan itu. Dia segera berdiri lalu memegangi pohon saking susahnya berdiri karna tertawa. Sampai-sampai mata nya pun berair. Sementara aku masih saja bingung dan terduduk melihatnya. "Pokoknya lo harus liat wajah lo! Bener-bener deh.. HAHAHAHA.. duh perut gue" "Diem deh-- gue serius tau. Lagian lo ngapain bawa-bawa pisau gitu--" "Ooh ini. Tadi bu kantin minta cuciin pisau abis motong ayam. Lo cantik bener pas lagi tampang-tampang b**o tadi lho, sumpah deh!" "Cih-- jadi soal pertanyaan gue tadi?" "Hmm? Kenapa gue harus jawab?" "Karna nama lo itu udah jadi bahan gosip di sini. Dan elo digosipi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN