16. Paroxysm (2)

1385 Kata

"Jangan mendekat! Sana lo pergi! Lo mau apa dari gue hah?!" "Berteryiyak lahh Darwen.. aku syuka teryiyakan mu" *berteriaklah Daren.. aku suka teriakan mu Dia semakin mendekat ke arah ku. Entah dari mana aku tau, tapi aku yakin dia sedang tersenyum bahagia sekarang. Senyum yang harusnya ku hancurkan dan bukan ditakuti. Kalo aku mati, setidaknya aku juga harus bisa membunuhnya. Biar mati sama-sama *eaaa :v Atau minimal tau muka nya deh. Dari pada mati bodoh tanpa membantu apa-apa. Menurut ku, dia bukan Shein. Aku sudah mengamati dia beberapa menit. Cara nya berjalan saja berbeda. Tubuh Shein selalu tegap dan waspada. Sementara b******n itu sangat kelihatan lemah. Dia cuma menang s*****a-s*****a. Masalahnya sekarang, apakah aku masih punya kesempatan buat ngasih info ini ke orang dilu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN